Pramuka....
Siapa yang tidak tahu dengan organisasi ini. Hampir semua aktifitasnya penuh dengan nilai-nilai kedisiplinan dan pendidikan kemandirian. Baru saja saya melihat adik-adik yang sedang berjalan dengan seragam cokelat. Ya.. Pramuka... Melihat adik-adik jalan beregu dengan tas ransel, tongkat dan barang-barang bawaan yang lain, saya jadi teringat dengan sepotong kisah lucu yang berhubungan dengan kepramukaan..
Sekitar tahun 2001 ketika awal-awal saya duduk dikelas 3 SMP, tepatnya pada acara penutupan kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) kelas 3. Kegiatan ini wajib diikuti oleh semua siswa-siswi kelas 3 karena memang ekskul pramuka adalah ekskul wajib.
Pada bulan Agustus (bulan yang cenderung dikenal dengan suhu udara lebih dingin dari bulan yang lain khususnya bagi masyarakat jawa) kami_semua siswa-siswi kelas 3_ berkemah selama 3 hari 2 malam di daerah Ngablak. Tepatnya Lapangan sebelah SMP Negeri 1 Ngablak yang kebetulan juga bersebelahan dengan SMP Terbuka Ngablak.
Untung saja saat itu ada pak Guru Baik hati (Pak Eko) yang bersedia menyewakan mobil sapi (wkwkwkkwk....) secara cuma-cuma pada beberapa orang murid (termasuk saya) yang selama perjalanan pulang dari Puncak Telomoyo ke Perkemahan terlalu banyak berhenti karena terlalu lelah (walaupu karena saat itu Pak Eko tidak membawa uang jadi ya pinjam dulu dengan teman saya juga. Tapi langsung di bayar kok... :D ).
Nah di malam kedua kami (saya dan teman-teman seregu) saking capeknya justru malah jadi tidak bisa tidur. Sampai pukul 12:30 pun, yang seharusnya sudah hampir saatnya pergantian penjaga tenda justru kami semua malah masih belum tidur (nah lo...), dan kami semua di sibukkan dengan "saling pijit kaki, badan dll" (hahaha...) dengan teman seregu kami secara bergantian (maklum simbiosis mutualisme hehehe...). Bahkan kami masih sempat bercanda ria mendengar dengkuran guru-guru yang tertidur pulas karena memang kebetulan tenda kami berada di ujung dan paling dekat dengan tenda sekretariat.
Dan Sekitar pukul 01:00 malam, salah satu dari kami pun berinisiatif untuk memasak sebuah makanan untuk mengisi perut dan untuk menghangatkan badan (wuih,, yang namanya Ngablak kalau malam bukan main dinginnya uey....). Dan benar dua orang dari kami (yang belum pernah mendapat jatah memasak untuk regu kami) merelakan diri keluar dari tenda yang udaranya lumayan dingin itu,, untuk membuat beberapa mie instan untuk disantap bersama. Tak tanggung-tanggung kami langsung menyantap dari pancinya dan dengan sendok bergilir tentunya (kalau di bayangkan mungkin saat itu kami benar-benar mirip ayam... hehehe).Dan ternyata setelah menghabiskan mie instant itu pun kami semua benar-benar tertidur pulas, bahkan bangunnya pun kesiangan. Bayangkan saja, pukul 06:30 satu orang pun dari regu kami belum ada yang bangun dari mimpi kami (hebat sekali ya efek mie instant-nya...?).
Setelah seorang teman dari regu putra (teman satu kelas tentunya) membangunkan kami dengan teriakannya, kami pun langsung "kaget + gap-gapan". Karena memang kami sama sekali belum mandi, masak dan lain-lain sedangkan kami bangun sudah jam 7 kurang. Sedangkan berdasarkan jadwal, semua orang diwajibkan ikut berjalan (lagi) ke Kopeng pada pukul 07:30. Beruntung regu putra kebetulan waktu itu memasak banyak, jadi mereka pun memberikan satu "ceting" nasi(sebenarnya nasinya juga kurang begitu matang, tapi ya no problem lah... namanya juga pemberian... :D), telur dadar, mie instant (lagi), dan terung goreng (Alhamdulillah.... Akhirnya bisa bisa makan... ^_^). Sebelum sarapan, kami pun memutuskan untuk "mencukupkan diri dengan tidak mandi"(hiiiii... :D), mengingat daerah itu daerah yang cukup terbatas stock airnya jadi air yang ada ingin kami gunakan untuk mencuci perlengkapan makan kami yang semalam telah kami tinggalkan tidur begitu saja setelah memakainya untuk memasak dan menikmati mie instant.
Tapi ketika salah seorang dari kami_yang bertugas cuci-mencuci hari itu_ mencari air sisa bekas mencuci kemarin sore yang akan digunakan untuk merendam/ mengguyur peralatan makan yang masih kotor hanya tersisa sidikit saja, maka ia memanggil yang bertugas mencuci kemarin sore(maklum,, mencari air bersih itu susah jadi untuk urusan mengantri mengambil air harus suruh sana-sini hehe..). Namun setelah di konfirmasi dengan yang bertugas kebersihan kemarin ternyata masih menyisakan air "bekas cucian" satu ember (nah lo... kemana tuh??)
Usut punya usut, ternyata terungkaplah bahwa air bekas mencuci perkakas alias air kobokan itu habis lantaran telah digunakan untuk memasak mie instant semalam. Jadi mie instant yang kami santap langsung dari panci dan dengan sendok bergantian itu dimasak dengan air kobokan bekas mencuci tangan dan peralatan makan lainnya...(wahahahaha.... :D).
Dan itu hanya sepenggal kisah lucu tak terlupakan sekedar "Oleh-oleh" berkemah tiga hari dua malam di Ngablak.
20.50
Jeng Denok
Posted in
No Response to "Oleh-oleh Berkemah 3 Hari 2 Malam"
Posting Komentar